Batu Golog

9 11 2010

Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing di Nusa Tenggara Barat hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain

Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi.

Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik menumbuk padi. Kedua anaknya ditaruhnya diatas sebuah batu ceper didekat tempat ia bekerja.

Anehnya, ketika Inaq mulai menumbuk, batu tempat mereka duduk makin lama makin menaik. Merasa seperti diangkat, maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya: “Ibu batu ini makin tinggi.” Namun sayangnya Inaq Lembain sedang sibuk bekerja. Dijawabnya, “Anakku tunggulah sebentar, Ibu baru saja menumbuk.”

Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang. Batu ceper itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. Kedua anak itu kemudian berteriak sejadi-jadinya. Namun, Inaq Lembain tetap sibuk menumbuk dan menampi beras. Suara anak-anak itu makin lama makin sayup. Akhirnya suara itu sudah tidak terdengar lagi.

Batu Goloq itu makin lama makin tinggi. Hingga membawa kedua anak itu mencapai awan. Mereka menangis sejadi-jadinya. Baru saat itu Inaq Lembain tersadar, bahwa kedua anaknya sudah tidak ada. Mereka dibawa naik oleh Batu Goloq.

Inaq Lembain menangis tersedu-sedu. Ia kemudian berdoa agar dapat mengambil anaknya. Syahdan doa itu terjawab. Ia diberi kekuatan gaib. dengan sabuknya ia akan dapat memenggal Batu Goloq itu. Ajaib, dengan menebaskan sabuknya batu itu terpenggal menjadi tiga bagian. Bagian pertama jatuh di suatu tempat yang kemudian diberi nama Desa Gembong olrh karena menyebabkan tanah di sana bergetar. Bagian ke dua jatuh di tempat yang diberi nama Dasan Batu oleh karena ada orang yang menyaksikan jatuhnya penggalan batu ini. Dan potongan terakhir jatuh di suatu tempat yang menimbulkan suara gemuruh. Sehingga tempat itu diberi nama Montong Teker.

Sedangkan kedua anak itu tidak jatuh ke bumi. Mereka telah berubah menjadi dua ekor burung. Anak sulung berubah menjadi burung Kekuwo dan adiknya berubah menjadi burung Kelik. Oleh karena keduanya berasal dari manusia maka kedua burung itu tidak mampu mengerami telurnya.

Sumber:legendakita.wordpress.com





Malin Kundang

8 11 2010

Malin Kundang adalah kaba dari Sumatera Barat.Kaba artinya kisah yang mirip dengan hikayat.Malin Kundang menceritakan seorang anak yang durhaka kepada ibunya dan dikutuk menjadi batu.Batu itu bentuknya bersujud.Batu tersebut masih bisa dijumpai di Pantai Aia Manih atau Pantai Air Manis yang terletak di Sumatera Barat.Kisah ini belum bisa dipastikan kebenarannya.Sebagian besar mengatakan bahwa peristiwa ini benar-benar terjadi.

Dahulu,di desa nelayan yang letaknya di pesisir Pantai Air Manis,terdapat sepasang suami istri nelayan.Sang istri bernama Mande Rubayah.Mereka hidup sangat miskin.Pada suatu hari,sang suami pergi merantau untuk mencari uang”Bu,aku akan pergi merantau untuk mencari uang.Ibu baik-baik ya disini.Aku akan berangkat sekarang”.Istrinya mengizinkannya.Tetapi,suaminya belum pernah kembali lagi.

 

Pada suatu hari,Sang ibu melahirkan seorang bayi laki-laki.Putranya itu dinamakan Malin Kundang.Malin Kundang tumbuh menjadi seorang anak yang rajin dan berbakti kepada ibunya.

 

Ibunya mencari uang dengan cara menjual ikan-ikan hasil pancingan para nelayan.Ibunya juga memetik beberapa tandan pisang dan mengolahnya menjadi getuk atau pisang goreng.”Malin,kamu jual getuk-getuk ini ke pasar ya””Baik,ibu”Malin akan menjualnya di pasar.

 

Malin Kundang merupakan anak yang cerdas tetapi sedikit nakal.Ia sering mengejar ayam yang entah milik siapa dan memukulnya dengan sapu lidi.Suatu hari,saat ia mengejar ayam,Malin tersandung batu dan terjatuh”Ibu,tolong Malin ibu,aku tersandung batu dan terjatuh”.”Malin,kamu terluka anakku.Luka ini sepertinya tidak bisa hilang Malin”.Malin lengannya terluka.Luka tersebut tidak akan bisa hilang.

 

Malin juga sering membantu para nelayan dan awak kapal untuk mendapatkan uang.Uang itu akan diberi untuk ibunya.Bila ada waktu luang,Malin bermain Glonggong atau sejenis pedang tumpul yang terbuat dari batang papaya yang lentur.Di kampungnya,Malin selalu menang dan tidak ada orang yang bisa mengalahkannya.

 

Pada suatu hari,saat Malin sudah berumur 10 tahun,ada kapal besar datang.Saudagar kaya yang berlayar menggunakan Kapal tersebut menantang Malin untuk bermain Glonggong.”Hai anak muda,aku akan menantangmu bermain glonggong.Ayo,sekarang kita bertanding”.Rupanya,Malin bisa mengalahkannya.Sang Nahkoda pun mulai bertanya”Hai siapa nama kamu?”tanya Nahkoda.”Aku bernama Malin Kundang,biasa dipanggil Malin.Mengapa tuan menanyakannya?”tanya Malin.”Kamu akan kuajak untuk bekerja di negeri seberang.Apakah kamu mau?Aku tunggu jawaban kamu dalam waktu tiga hari.Aku akan menetap di desa ini”.Malin pun berpikir”Tunggu,aku akan menanyakannya kepada ibuku.Bila ibuku mengijinkannya,aku akan kembali”.

 

Malin kembali ke rumah.Malin lalu memikirkan hal itu.Setelah lama berpikir,Malin bertanya kepada Ibunya.”Ibu,izinkan Malin untuk pergi berlayar ke negeri seberang untuk mencari uangAku berjanji akan bekerja dengan Rajin.Bila aku berhasil,aku akan pulang untuk menemui ibu”.”Malin,kamu adalah anak ibu satu-satunya.Ayah kamu tidak pernah kembali karena merantau.Oleh karena itu,tak usahlah kamu pergi.Kalau mau bekerja,bekerjalah disini”.”Tapi ibu,kalau Malin bekerja disana,aku akan menjafi kaya dan mendapatkan banyak uang”

 

Setelah Malin memaksa,akhirnya ibunya mengijinkannya”Baiklah,kalau itu maumu,ibu mengijinkannya”.”Terima kasih ibu”ucap Malin.Lalu,Malin datang ke tempat sang saudagar.Setelah bertemu,Malin menjelaskannya”Bagaimana,ibumu setuju?”tanya sang Saudagar.”Setuju Tuanku,kapan aku bisa berangkat?”tanya Malin.”Aku akan berangkat berlayar nanti sore,kamu bersiap-siaplah terlebih dahulu”.”Baiklah tuan,aku akan berangkat sore nanti sebelum berangkat”.

 

Malin pun pergi pulang.Sore harinya,ia akan pergi.Ibunya mengantarkannya ke pantai sampai naik ke kapal dengan berderai air mata.”Tuan,apakah sekarang sudah siap untuk berangkat?”tanya Malin.”Sudah siap,sekarang kita berangkat berlayar”.

 

Ibunya lalu memberikan sebuah keris pusaka peninggalan ayahnya”Malin,bawalah keris peninggalan ayahmu ini.Dan juga,janganlah lupakan ibumu ini,ibu akan selalu menunggumu disini.Berilah kabar selalu kepada ibumu”ucap ibunya.”Baik ibu,aku akan selalu mengingat ibu dan akan memberikan kabar”.Setelah itu,Malin pergi berlayar.Ibunya melihat kapalnya semakin menjauh.Ibunya masih ingin melihat Malin.”Malin,berilah kabar kepada ibu Malin,jangan lupakan ibu”teriak ibunya.

 

Ibunya selalu menunggu di rumah.Ibunya selalu berdoa agar Malin selamat.”Ya Tuhan,lindungilah anakku yang di negeri seberang”

 

Malin bekerja dengan rajin di negeri seberang dan mempersunting gadis yang merupakan putri dari saudagar paling kaya di negeri itu.Setelah itu,Malin pulang ke kampungnya.Berita kepulangan Malin sampai ke ibunya.Sang Ibu lalu pergi ke pantai untuk menemui Malin.Tetapi,Malin tidak mau mengakui ibunya.”Lancang benar wanita tua ini,pengawal,usir dia”perintah Malin kepada pengawalnya.Tetapi,ibunya masih sempat berkata.Ibunya menadahkan tangannya ke atas dan berdoa”Ya Tuhan,bila benar bahwa orang itu adalah anakku,hukumlah dia dan kutuklah menjadi batu”

 

Setelah itu,hujan turun dengan derasnya diiringi angin yang berembus kencang.Karena itu,Malin bersujud dan meminta ampun kepada ibunya “Ibu,ampuni aku ibu,aku memang anakmu”.Tetapi,penyesalan sudah terlambat.Badan Malin berubah menjadi kaku,dan lama kelamaan menjadi batu yang menyerupai seorang manusia yang sedang bersujud.Batu itu terletak di Pantai Air Manis.

 





Raja Parakeet

8 11 2010

Burung Parakeet atau yang dikenal dengan nama Burung Parkit adalah satwa yang banyak terdapat di benua Afrika dan Asia,termasuk Indonesia.Burung ini memiliki bulu beraneka warna,seperti biru,merah,kuning,hijau,atau campuran dari warna-warna tersebut.Burung Parkit dikenal sangat setia pada pasangannya dan sangat jinak.

Dahulu,di Aceh terdapat sebuah hutan bernama hutan Aceh.Hutan ini rimbun,hijau,dan rindang.Hutan ini memberikan makanan berlimpah kepada burung-burung yang ada pada hutan tersebut.

 

Di hutan itu,hiduplah sekelompok burung-burung parkit.Mereka memiliki raja burung parkit yang adil dan bijaksana.Namanya adalah Raja Parakeet.Raja itu juga sangat menyayangi rakyatnya.Rakyatnya setiap hari hidup bahagia.Mereka bermain melompat kesana kemari dari satu pohon ke pohon lainnya.

 

Suatu hari,kebahagiaan mereka terusik saat ada seorang pemburu.Pemburu itu sangat cerdik.Dia menaruh perangkap di beberapa pohon tempat burung-burung bercengkrama untuk menangkap burung.

 

Burung-burung tersebut yang tidak mengetahui bahwa sudah terperangkap,menjerit-jerit kesakitan.Sang pemburu yang mendengar jeritan tersebut segera datang.Sebelum sampai,sang raja memerintahkan rakyatnya untuk diam dan berpura-pura mati.Rakyatnya pun menyetujui siasat sang raja meskipun siasat tersebut terasa aneh.

 

Sang pemburu pun datang.Tetapi,alangkah kaget bercampur kecewa saat melihat burung tersebut sudah mati.”Ah.burung-burung ini sudah mati.Tak akan berguna.Aku akan meleoaskan burung-burung ini”.Pemburu pun melepaskan burung-burung itu.Setelah itu,burung-burung itu terbang bebas melesat ke angkasa dan berkicau gembira.Rupanya,inilah siasat Raja Parakeet untuk membebaskan diri.Tetapi,sang raja tidak sempat meloloskan diri dan tertangkap.

 

Karena merasa ditipu,sang pemburu marah dan akan membunuh Raja.”Hai raja parkit!rakyatmu sudah menipuku!pasti ini siasat kamu kan?Sekarang,aku akan membunuhmu!”Ucap sang pemburu kepada raja parakeet.Raja Parakeet meminta ampun kepada sang pemburu dan berjanji akan menghibur sang pemburu dengan kicauannya yang indah.Ternyata benar.Suaranya sangat merdu.Sang Pemburu pun membawa pulang burung tersebut.”Wah,suaramu indah sekali.Baiklah,aku akan membawa pulang kamu dan kamu ku ampuni dan tak jadi aku bunuh”.

 

Karena kicauannya yang indah,banyak tetangganya yang setiap hari sering datang ke rumah sang pemburu untuk sekedar mendengar kicauan sang burung.”Wah,merdu sekali suara burung itu.Beruntung sekali sang pemburu mempunyai burung seperti ini”Ucap salah satu dari tetangga yang memuja keindahan suara sang raja parkit.

 

Berita tentang keindahan suara kicauan Raja Parakeet sampai ke telinga sang Raja Aceh.Sang raja pun tertarik dengan keindahan suara Raja Parakeet.”Kalau memang benar Burung tersebut berkicau dengan Indah,maka aku harus memilikinya!”Pikir Sang Raja Aceh.Raja Aceh pun mengirim utusannya kepada sang pemburu untuk menukar Raja Parakeet dengan Permata-permata yang sangat banyak dan mahal.”Hai utusanku,pergilah kalian menukar permata-permata ini ke seorang pemburu yang mempunyai burung parkit tersebut dan tukarkan ke burung tersebut!”titah sang raja. ”Baik baginda raja”.

 

Tak berapa lama,utusan sang raja Aceh pun datang.Mereka meminta menukarkan burung parkit dengan permata-permata yang banyak dan mahal.Sang pemburu pun setuju dan menyerahkan burung parkit tersebut.

 

Sang Raja Aceh kemudian menempatkan burung parkit ke sangkar emas yang indah,lalu diberi makanan yang enak.Namun,Raja Parakeet tidak bahagia.Ia selalu teringat Hutan Aceh yang tentram dan rindang.Raja Parakeet selalu teringat dengan rakyatnya yang tengah merindukan sang Raja Parakeet.Raja Parakeet sengsara dan sedih

 

Raja Parakeet pun mencari akal agar dapat keluar dari istana Aceh dan kembali ke Hutan Aceh.Ia pun teringat akan siasatnya yang terdahulu yaitu berpura-pura mati.Raja Parakeet pun memulai siasatnya.Saat Raja Parakeet berpura-pura mati,Sang raja Aceh sangat sedih.Ia memerintahkan untuk mengubur burung kesayangannya dengan upacara kebesaran.Saat akan dikuburkan,Raja Parakeet melesat ke angkasa dan terbang kembali menuju Hutan Aceh.

 

Rakyat Raja Parakeet yang merindukan Raja Parakeet menyamut sang raja dengan gembira.Mereka Berkicau gembira karena Raja mereka telah kembali.Kini,sang Raja Parakeet dengan rakyatnya kembali hidup tentram dan bahagia.

 

 





Mentiko Bertuah

8 11 2010

Dahulu,di Pulau Simeulue,terdapat sebuah kerajaan.Kerajaan itu bernama Kerajaan Simeulue.Kerajaan itu mempunyai seorang raja yang arif,kaya,dan bijaksana.Sayangnya,mereka belum mempunyai putra mahkota.Mereka tidak lupa selalu berdoa dan berusaha setiap hari agar sang permaisuri mengandung.

 

Setelah menunggu lama,akhirnya sang permaisuri mengandung.Usaha dan doa Raja dan Permaisuri akhirnya tidak sia-sia.Lalu,sang permaisuri melahirkan seorang bayi laki-laki.Mereka menamakan anak itu Rohib”Tidak sia-sia usaha dan doa kita.Kanda akan menamakan anak kita Rohib”.Rohib sangat disayang dan dimanjakan oleh orang tuanya.Karena itu,Rohib tumbuh menjadi anak yang baik tapi manja.

 

Suatu hari,sang Raja mengirim Rohib untuk belajar dan menuntut ilmu di kota.”Rohib,kamu akan ayah kirim ke kota untuk belajar.Sepulang dari kota,harus pintar.Karena itu,belajarlah dengan bersungguh-sungguh”.Tetapi,sifat manja Rohib terbawa ke kota dan akhirnya Rohib tak menyelesaikan sekolah.Ketika pulang Rohib memberitahukan semuanya”Ayah,sifat manjaku terbawa ke kota.Dan akhirnya,aku tidak jadi pintar.Maafkan aku ya ayah”.Sang Raja amat marah dan menghukum mati Rohib.”Dasar anak tak tahu diuntung.Karena kamu dimanjakan,akhirnya jadi begini.Kamu tidak menyelesaikan sekolah!”.Tetapi,sang permaisuri mengatakan Rohib jangan dihukum,lebih baik ia diusir dan diberi modal untuk berdagang”Janganlah Kanda,lebih baik,Rohib kita usir dan diberi modal untuk berdagang”.

 

Saat dalam perjalanan,ia melihat banyak orang yang menyiksa binatang.Rohib menasihati mereka agar tidak menyiksa binatang”Hai,berhentilah kamu untuk menyiksa binatang,kan kasihan binatang itu”.Tetapi,mereka tidak mau berhenti menyiksa binatang”Hai,memangnya kamu siapa,seenaknya saja menyuruh kita untuk tidak berhenti bermain-main dengan binatang.Kami hanya bermain,bukan menyiksanya”.Mereka terus menyiksa binatang.Akhirnya,Rohib memberi uang kepada mereka agar tidak menyiksa binatang”Ini,aku beri kamu uang agar tidak menyiksa binatang lagi mulai sekarang”.Setelah diberi uang,mereka tidak lagi menyiksa binatang.Uang itu adalah yang diberi orangtuanya sebagai modal untuk berdagang.Uang Rohib lama-lama menjadi habis karena diberi orang agar tidak menyiksa binatang.Rohib sedih dan karena perjalanan yang melelahkan,Rohib berhenti di pohon di tengah hutan untuk tidur dan meratapi nasibnya.

 

Saat Rohib bangun,alangkah terkejutnya ia saat melihat seekor ular raksasa yang menghampirinya.Rohib takut dan cepat-cepat ingin lari.Tetapi,ular itu malah bersikap ramah pada Rohib.”Hai anakku,janganlah takut.Aku tidak akan memangsamu.Aku adalah Raja Ular di hutan ini.Siapa namamu dan mengapa kamu kelihatan bersedih”tanya Ular.”Aku bernama Rohib”jawab Rohib.Lalu Rohib menceritakan apa yang terjadi.”Sungguh baik niatmu anakku,Karena kebaikanmu,aku akan memberikan benda ini”Sang ular memberikan sebuah benda dengan menjulurkan lidahnya sambil memberi suatu benda yang bentuknya sebuah permata.

 

“Benda apa itu?”tanya Rohib.”Ini adalah Mentiko Bertuah,benda yang bisa mengabulkan semua yang kamu minta”.Benda itu adalah Mentiko Bertuah.Benda itu dapat mengabulkan apa saja yang dia minta.Rohib membawa benda itu.Rohib berterima kasih pada ular tersebut.

 

Agar tidak Hilang,Rohib membawa Mentiko Bertuah ke tukang emas.Sebelum Rohib ke tukang emas,Terlebih dahulu Rohib meminta kepada Mentiko Bertuah uang yang banyak”Wahai Mentiko Bertuah,aku ingin meminta uang yang banyak”.Lalu,Mentiko Bertuah menyediakannya.Setelah itu,Rohib pergi ke Istana untuk menyerahkan uang tersebuat kepada Ayahnya”Ayahku,inilah hasil berdagang Rohib di kota Ayah,terimalah”.Ayahnya pun senang.

 

Setelah itu,ia pergi ke tukang emas dengan membawa Mentiko Bertuah.Setelah sampai,Ia meminta kepada sang tukang emasagar benda tersebut ditempa menjadi cincin.Sang Tukang Emas menerimanya.Setelah itu,sang tukang emas menipu Rohib dan membawa lari Mentiko Bertuah.

 

Rohib meminta bantuan Anjing,Kucing,dan Tikus untuk menemukan Mentiko Bertuah.Anjing mencari jejak tukang emas,dan akhirnya menemukan jejaknya.Sedangkan tikus,berusaha mencari Mentiko Bertuah,dan menemukannya dan mengambil cincin itu.

 

Sebelum dikembalikan kepada Rohib,tikus menipu anjing dan kucing  dengan mengatakan bahwa Mentiko Bertuah sudah terjatuh ke dalam sungai dan hilang.Karena itu,Anjing dan Kucing panik dan mencari Mentiko Bertuah ke dasar sungai.

 

Sang Tikus pun menyerahkan cincin itu kepada Rohib.Rohib sangat berterima kasih kepada tikus dan mengira bahwa tikuslah yang paling berjasa dalam mencari Mentiko Bertuah.”Terima kasih tikus,kamu memang yang paling berjasa mencarikan Mentiko Bertuah .Aku ucapkan sekali lagi terimakasih kepadamu tikus”.

 

Mengetahui hal itu,Kucing dan Anjing menjadi kesal.Sejak itu pula,terdapat permusuhan.Anjing memusuhi Kucing dan Tikus,Sedangkan Kucing juga memusuhi tikus.

 





Legenda Selat Bali

8 11 2010

Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran.

Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, “Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau memberi sedikit hartanya.”

Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, dia duduk bersila. Sambil membunyikan genta dia membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih. Tidak lama kernudian sang Naga keluar. Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan. Setelah mengucapkan terima kasih, Sidi Mantra mohon diri. Semua harta benda yang didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dengan harapan dia tidak akan berjudi lagi. Tentu saja tidak lama kemudian, harta itu habis untuk taruhan. Manik Angkeran sekali lagi minta bantuan ayahnya. Tentu saja Sidi Mantra menolak untuk membantu anakya.

Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. Manik Angkeran tahu untuk sampai ke sana dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai doa dan mantra. Jadi, dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur.

Setelah sampai di kawah Gunung Agung, Manik Angkeran membunyikan gentanya. Bukan main takutnya ia waktu ia melihat Naga Besukih. Setelah Naga mendengar maksud kedatangan Manik Angkeran, dia berkata, “Akan kuberikan harta yang kau minta, tetapi kamu harus berjanji untuk mengubah kelakuanmu. Jangan berjudi lagi. Ingatlah akan hukum karma.”

Manik Angkeran terpesona melihat emas, intan, dan permata di hadapannya. Tiba-tiba ada niat jahat yang timbul dalam hatinya. Karena ingin mendapat harta lebih banyak, dengan secepat kilat dipotongnya ekor Naga Besukih ketika Naga beputar kembali ke sarangnya. Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. Tetapi karena kesaktian Naga itu, Manik Angkeran terbakar menjadi abu sewaktu jejaknya dijilat sang Naga.

Mendengar kematian anaknya, kesedihan hati Sidi Mantra tidak terkatakan. Segera dia mengunjungi Naga Besukih dan memohon supaya anaknya dihidupkan kembali. Naga menyanggupinya asal ekornya dapat kembali seperti sediakala. Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra dapat memulihkan ekor Naga. Setelah Manik Angkeran dihidupkan, dia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik. Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi dia juga mengerti bahwa mereka tidak lagi dapat hidup bersama.

“Kamu harus mulai hidup baru tetapi tidak di sini,” katanya. Dalam sekejap mata dia lenyap. Di tempat dia berdiri timbul sebuah sumber air yang makin lama makin besar sehingga menjadi laut. Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang mernisahkan dia dengan anaknya. Sekarang tempat itu menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.

Sumber:Legenda Kita:legendakita.wordpress.com





Legenda Danau Toba

8 11 2010

Danau Toba merupakan danau vulkanik yang terbentuk sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu karena letusan gunung berapi super volcano.Setelah letusan tersebut,terbentuk sebuah kaldera yang terisi air yang menjadi Danau Toba.Tekanan ke atas magma yang belum keluar memnyebabkan munculnya sebuah pulau vulkanik yaitu pulau Samosir.

Dahulu,Danau Toba adalah tempat yang tandus.Di tempat itu,hiduplah seorang pemuda yatim piatu yang miskin.Dia hidup dengan bekerja di ladang dan memancing ikan di sungai untuk dimakan.Setiap ia memancing,dengan mudah ia mendapatkan ikan dengan banyak.

 

Pada suatu hari,saat ia memancing di sungai,tidak seperti biasanya.Dia tidak mendapatkan ikan sedikit pun.”Ah,malang betul nasib aku hari ini.Aku mau pulang saja lah”.Saat ia sudah putus asa,ia mau pulang.Tapi,saat ia mau pulang, ia merasakan pancingnya dismbar oleh ikan besar.Dia menarik kuat ikan itu.”Alamak,berat kali pancing ini,ikan ini pastilah besar sekali”.Saat sudah terlihat,ikan itu memanglah besar.Lalu ia bawa ikan itu pulang.

 

Ikan yang ia dapatkan itu adalah ikan mas yang indah.Ia akan membakar ikan itu.Tapi,saat ia akan memotong ikan itu,ia melihat ikan itu sangat indah.Karena itu,ia tak jadi memotongnya karena ikan itu sangat indah.Pemuda itu pun tidur.

 

Ikan itu berubah menjadi seorang perempuan cantik.Dia adalah seorang dewi sungai yang dikutuk menjadi ikan.Bila yang menyentuhnya duluan adalah manusia,maka dia akan menjadi manusia.Dia memasak makanan untuk si pemuda yang memancingnya.Saat sang pemuda bangun,putri ikan kembali menjadi ikan.Alangkah terkejutnya ia saat melihat makanan yang lezat tersaji di meja.Sang Pemuda pun memakannya.”Sedap kali makanan-makanan ini.Siapapun yang menyajikannya,aku berterima kasih padanya”gumam si Pemuda tersebut.Kejadian ini terjadi berulang-ulang,hingga ia merasa penasaran.

 

Ia pun bersembunyi di balik semak-semak.Sudah muncul asap,berarti ada orang yang memasak.Ia pun cepat-cepat masuk ke dalam rumah.Alangkah terkejutnya ia melihat seorang perempuan cantik sedang memasak.Si Pemuda menanyakan siapa gadis tersebut.Sang Gadis menceritakan asal-usulnya.

 

Sang pemuda mengajak putri ikan untuk menikah.Sang Gadis mau menerimanya dengan satu syarat,yaitu bila mereka sudah mempunyai anak,tidak boleh dijelaskan

Asal-usul ibunya kepada anak tersebut.Si Pemuda mengangguk setuju dan mereka menikah.

 

Tak lama kemudian,mereka dikaruniai seorang anak.Mereka senang sekali.Tetapi,anak  itu tumbuh menjadi anak yang nakal,selalu lapar dan kuat makan,serta tidak pernah mendengarkan nasihat orang tuanya.

 

Suatu hari,sang anak disuruh ibunya untuk mengantarkan makanan ke bapaknya yang sedang bekerja di ladang.Sang anak membawa makanan tersebut ke ladang tempat bapaknya bekerja.Di tengah perjalanan,perut sang anak terasa lapar.Sang anak memakan habis makanan itu dan tinggal duri ikan saja.Sang anak melanjutkan perjalanan ke ladang.Sesampainya di ladang,sang anak memberikan sisa makanan itu ke ayahnya.Sang ayah dengan senang membuka bungkusan itu.Tetapi,alangkah terkejutnya sang ayah melihat tinggal sisa –sisanya saja.Sang ayah menanyakan apa yang terjadi.Sang anak menjelaskan semuanya.Alangkah marahnya sang ayah setelah mendengarkan itu semua.Tanpa sengaja,sang ayah berkata pada anaknya”Betul lah kau itu memang anak ikan!Ibu kau itu adalah ikan!”.Sang anak merasa sakit hati.Ia pulang dan mengadu pada ibunya.Sang ibu terkejut.Ia menyuruh anaknya untuk pergi ke daratan tinggi dan memanjat pohon yang paling tinggi.Sedangkan sang ibu ke sungai dan berubah menjadi ikan besar penunggu danau Toba.Dari jejak kaki keduanya keluar mata air yang mengalir deras.Cuaca yang awalnya cerah menjadi gelap,hujan turun dengan lebat,angina berembus kencang.

 

Desa mereka menjadi banjir dan tenggelam dan menjadi sebuah danau.Danau itu awalnya dinamakan danau Tuba yang artinya danau tak tahu belas kasih.Tetapi,karena masyarakat Batak sult untuk mengucapkan tuba,jadi danau itu dinamakan Danau Toba.Sampai sekarang,tidak ada orang yang bisa mengukur kedalaman danau Toba.Setiap menyelam ke dalam danau,mereka tak pernah kembali lagi.





Si Pitung

8 11 2010

Si Pitung lahir di Rawa Belong,bagian partikelir Kebayoran.Si Pitung merupakan anak ke-4 dari Pak Piun dan Bu Pinah.Si Pitung selalu bersembunyi dari kejaran Belanda dan belajar mengaji dan ilmu silat di sebuah masjid bernama Masjid Nur Alam.Karena itu,masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Si Pitung.Dari beberapa sumber,Si Pitung diperkirakan meninggal pada bulan Oktober tahun 1893.Sampai sekarang,makam Si Pitung belum diketahui entah dimana karena tempatnya dirahasiakan.Si Pitung dianggap sebagai pahlawan oleh masyarakat Betawi.

Si Pitung merupakan pemuda yang sholeh dari Rawa Belong.Ia mengaji dan berguru kepada Haji Naipin.Sehabis Mengaji,Si Pitung belajar silat dengan Haji Naipin.Si Pitung Tumbuh menjadi anak yang soleh,berbakti kepada orang tuanya,dan suka menolong.

 

Pada waktu itu,Indonesia sedang dijajah Belanda.Rakyat tertindas karena Belanda berkuasa dengan tidak adil.Para kompeni,tuan tanah,dan para tauke bersenang-senang diatas kemiskinan rakyat.Si Pitung merasa kasihan melihat mereka.

 

Si Pitung mempunyai niat yang kuat untuk menolong rakyat.Pada malam hari,ia merampas harta yang dirampas oleh Belanda dan dikembalikan kepada rakyat yang miskin.Si Pitung semakin dibenci Belanda.

 

Ia menolong rakyat yang kesusahan dengan ditemani kedua temannya,yaitu bernama Rais dan Ji’i.Haji Naipin menurunkan sebuah kelebihan pada Si Pitung.Si Pitung mempunyai kelebihan,yaitu tidak mempan ditembak dan ditusuk.Kelemahannya adalah bila dilempari telur busuk,kekebalannya akan menghilang.

 

Si Pitung lalu bertunangan dengan Aisyah,anak dari Haji Naipin.Setelah beberapa lama bertunangan,akhirnya mereka menikah.

 

Si Pitung semakin disayang oleh rakyat,sedangkan Belanda makin membenci Si Pitung.Belanda mencari cara untuk menyingkirkan Si Pitung.

 

Belanda pun telah menemukan ide.Ia menculik orangtua si Pitung dan Haji Naipin.Ia menyiksa mereka agar mengetahui rahasia kelemahan Si Pitung dan dimana Si Pitung bersembunyi.

 

Mereka dicambuk dan dipukul.Mereka tidak mau membocorkan rahasia kekebalan Si Pitung.Karena itu,Belanda semakin menyiksa mereka.Mereka yang disiksa hampir pingsan.

 

Akhirnya,mereka membocorkan rahasia kelemahan si Pitung dan dimana tempat si Pitung bersembunyi.Belanda akhirnya mendapatkan informasi tentang kelemahan Si Pitung dan Tempat persembunyian si Pitung dengan susah payah.Mereka dibebaskan.

 

Berbekal informasi yang Belanda dapatkan,mereka mencari Si Pitung.Setelah bertemu si Pitung,mereka melemparkan telur busuk kepada Si Pitung,dan akhirnya kekebalannya menghilang.Setelah itu,Si Pitung ditembak.Si Pitung akhirnya meninggal dan berpulang.

 

Belanda,para tauke,dan para tuan tanah bahagia dan senang sekali karena Si Pitung meninggal.Sebaliknya,para petani,buruh,dan rakyat kecil merasa sangat sedih karena penolong mereka dari kekejaman Belanda telah meninggal.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.