Si Pitung

8 11 2010

Si Pitung lahir di Rawa Belong,bagian partikelir Kebayoran.Si Pitung merupakan anak ke-4 dari Pak Piun dan Bu Pinah.Si Pitung selalu bersembunyi dari kejaran Belanda dan belajar mengaji dan ilmu silat di sebuah masjid bernama Masjid Nur Alam.Karena itu,masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Si Pitung.Dari beberapa sumber,Si Pitung diperkirakan meninggal pada bulan Oktober tahun 1893.Sampai sekarang,makam Si Pitung belum diketahui entah dimana karena tempatnya dirahasiakan.Si Pitung dianggap sebagai pahlawan oleh masyarakat Betawi.

Si Pitung merupakan pemuda yang sholeh dari Rawa Belong.Ia mengaji dan berguru kepada Haji Naipin.Sehabis Mengaji,Si Pitung belajar silat dengan Haji Naipin.Si Pitung Tumbuh menjadi anak yang soleh,berbakti kepada orang tuanya,dan suka menolong.

 

Pada waktu itu,Indonesia sedang dijajah Belanda.Rakyat tertindas karena Belanda berkuasa dengan tidak adil.Para kompeni,tuan tanah,dan para tauke bersenang-senang diatas kemiskinan rakyat.Si Pitung merasa kasihan melihat mereka.

 

Si Pitung mempunyai niat yang kuat untuk menolong rakyat.Pada malam hari,ia merampas harta yang dirampas oleh Belanda dan dikembalikan kepada rakyat yang miskin.Si Pitung semakin dibenci Belanda.

 

Ia menolong rakyat yang kesusahan dengan ditemani kedua temannya,yaitu bernama Rais dan Ji’i.Haji Naipin menurunkan sebuah kelebihan pada Si Pitung.Si Pitung mempunyai kelebihan,yaitu tidak mempan ditembak dan ditusuk.Kelemahannya adalah bila dilempari telur busuk,kekebalannya akan menghilang.

 

Si Pitung lalu bertunangan dengan Aisyah,anak dari Haji Naipin.Setelah beberapa lama bertunangan,akhirnya mereka menikah.

 

Si Pitung semakin disayang oleh rakyat,sedangkan Belanda makin membenci Si Pitung.Belanda mencari cara untuk menyingkirkan Si Pitung.

 

Belanda pun telah menemukan ide.Ia menculik orangtua si Pitung dan Haji Naipin.Ia menyiksa mereka agar mengetahui rahasia kelemahan Si Pitung dan dimana Si Pitung bersembunyi.

 

Mereka dicambuk dan dipukul.Mereka tidak mau membocorkan rahasia kekebalan Si Pitung.Karena itu,Belanda semakin menyiksa mereka.Mereka yang disiksa hampir pingsan.

 

Akhirnya,mereka membocorkan rahasia kelemahan si Pitung dan dimana tempat si Pitung bersembunyi.Belanda akhirnya mendapatkan informasi tentang kelemahan Si Pitung dan Tempat persembunyian si Pitung dengan susah payah.Mereka dibebaskan.

 

Berbekal informasi yang Belanda dapatkan,mereka mencari Si Pitung.Setelah bertemu si Pitung,mereka melemparkan telur busuk kepada Si Pitung,dan akhirnya kekebalannya menghilang.Setelah itu,Si Pitung ditembak.Si Pitung akhirnya meninggal dan berpulang.

 

Belanda,para tauke,dan para tuan tanah bahagia dan senang sekali karena Si Pitung meninggal.Sebaliknya,para petani,buruh,dan rakyat kecil merasa sangat sedih karena penolong mereka dari kekejaman Belanda telah meninggal.





Legenda Candi Prambanan

8 11 2010

Candi Prambanan dibangun oleh Wangsa Sanjaya,tepatnya pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.Rakai Pikatanlah yang menjadi arsitek pembangunan candi ini.Candi ini dibangun pada tahun 850 Masehi.Candi ini selesai dibangun pada pemerintahan Daksa.Di dalam candi ini,terdapat arca Dewi Durga,istri Dewa Syiwa.Arca inilah yang dikenal dengan nama Roro Jonggrang

Dahulu,di Yogyakarta,terdapat sebuah kerajaan besar.Kerajaan itu bernama Prambanan.Rajanya bernama Boko.Sang raja memerintah dengan adil dan bijaksana,sehingga kerajaan tersebut tentram dan damai.Sang Raja mempunyai seorang putri bernama Roro Jonggrang.Dia merupakan gadis yang cantik.Banyak orang yang ingin meminang Roro Jonggrang sebagai istri.

Namun,Ketentraman kerajaan tersebut terusik ketika datang Pasukan dari Kerajaaan Pengging yang dirajai oleh raja bernama Bandung Bondowoso.Pasukan dari kerajaan Prambanan banyak yang mati dan akhirnya Pengging menang dan menguasai kerajaan Prambanan.

Sayangnya,bandung Bondowoso menjadi raja yang kejam.Segala perintahnya harus dipatuhi.Bandung Bondowoso memiliki kesaktian dan pasukan jin yang jahat dan menyeramkan.Rakyat pun tertindas.

Suatu hari,saat berkeliling istana,ia melihat gadis cantik.Gadis cantik tersebut bernama Roro Jonggrang,putri Raja Boko.Ia mengikuti gerak-gerik gadis tersebut.”Wah,cantik sekali gadis itu,aku harus menjadikan ia sebagai permaisuriku”Pikir Bandung Bondowoso.

Keesokan harinya,Ia menghampiri gadis yang kemarin ia lihat.”Hai gadis cantik maukah kamu menjadi permaisuriku?”tanya Bandung Bondowoso.Roro Jonggrang tidak menyangka bahwa Bandung Bondowoso akan berkata seperti itu.Roro Jonggrang sebenarnya menolak,tapi karena Bandung Bondowoso mempunyai pasukan yang kuat nantinya akan menyerang Masyarakat Prambanan.Ia pun mencari Ide,hingga ia mendapatkan ide.Ia meminta agar Bandung Bondowoso membuatkannya seribu candi dalam semalam beserta dua buah sumur yang dalam “Aku mau menjadi istrimu,asalkan kamu harus membuatkanku 1000 candi dalam semalam beserta dua buah sumur yang dalam”.Bandung Bondowoso pun setuju dan kembali ke istana.

Ia menjelaskan semuanya kepada penasihat dan bertanya bagaimana bisa melakukannya.Sang penasihat mengingatkan Bandung Bondowoso kepada pasukan jin yang dimiliki oleh Bandung Bondowoso dan meminta bantuannya.Bandung Bondowoso memerintahkan kepada penasihat untuk menyiapkan peralatan-peralatan yang akan digunakan.

Setelah semuanya telah siap,ia bertapa di depan altar memanggil pasukan jin.Petir menyambar-nyambar dan getaran dari dalam bumi terjadi.Para jin keluar.Bandung Bondowoso menyuruh para jin untuk membuat 1000 candi dalam semalam ”Hai para jin,buatkanlah 1000 candi dalam waktu semalam,beserta dua buah sumur yang dalam”.Pasukan jin menyanggupinya.

Satu demi Satu candi selesai.Pekerjaan sudah hampir selesai.Roro Jonggrang yang mengintip dari kejauhan khawatir karena pekerjaan sudah hampir selesai.Roro Jonggrang mencari ide agar pekerjaan tersebut tidak selesai hingga ia mendapat ide.

Ia menyuruh para dayang istana untuk membakar kumpulan jerami di bukit sebelah timur agar kelihatan seperti matahari terbit dan membunyikan lesung.Para Dayang melakukan apa yang diperintahkan.

Saat akan membuat candi yang ke-1000,fajar sudah kelihatan menyingsing.Para jin satu per satu kembali ke alamnya karena takut terbakar matahari.Bandung Bondowoso mengira pekerjaan para jin sudah selesai.

Bandung Bondowoso mengajak Roro Jonggrang untuk menghitung jumlah candi itu.Tetapi,pada saat hitungan terakhir,hanya ada 999 candi yang ada.Bandung Bondowoso menjadi murka dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung batu untuk menjadi Candi yang ke-1000.Sekarang,candi itu bernama Candi Prambanan.





Legenda Pulau Kapal

8 11 2010

Pulau Kapal terletak di Provinsi Sumatera Selatan.Sesuai dengan namanya,Pulau Kapal memang bentuknya menyerupai kapal.Pada hari-hari tertentu,di Pulau itu terdengar suara binatang bawaan Si Kulup,orang yang durhaka kepada ibunya yang mengutuk kapal bawaan Si Kulup agar menjadi karam karena kedurhakaan Si Kulup.

Dahulu,di dekat sungai Cecuruk,hiduplah sebuah keluarga yang sangat miskin.Mereka terdiri dari Ayah,Ibu,dan seorang anak laki-laki yang bernama Kulup.Mereka hidup dengan menjual buah-buahan dan dedaunan ke pasar.Buah-buahan dan dedaunan tersebut mereka dapatkan dari hutan.Mereka juga memakan Rebung yang mereka dapatkan dari hutan dan Rebung itu mereka olah menjadi sayur.Rebung adalah anak pohon bambu yang masih kecil dan Muda.

 

Kulup merupakan anak yang rajin.Ia sangat rajin dan senang membantu orangtuanya mencari nafkah.Keluarga ini hidup saling menyayangi dan membantu.Karena itu,meski keluarga ini miskin,mereka tidak pernah merasa menderita.

 

Pada Suatu hari,sang ayah pergi untuk mencari rebung di sawah untuk diolah menjadi sayur dan mereka bertiga makan.”Bu,aku akan pergi mencari rebung di hutan untuk kita makan.Jaga Kulup baik-baik ya.”pamit sang suami kepada istrinya.”Baiklah ayah,Aku akan menjaga Kulup baik-baik”Jawab sang istri.

 

Sesampai di hutan,sang ayah mulai menebang Rebung.Saat menebang Rebung, Sang Ayah saat melihat sebatang tongkat yang berada di rumpun bambu.Saat sang ayah akan membuangnya,ia melihatnya dengan teliti ”Tongkat apa ini?”pikirnya.Ia membersihkan tongkat itu.Alangkah terkejutnya dengan apa yang ia lihat,yaitu adalah kilauan permata dan berlian yang menempel pada tongkat itu
”Wah,siapakah pemilik tongkat ini,pasti dia merasa kehilangan,atau,aku bawa pulang saja tongkat ini”.Sang Ayah lalu memutuskan untuk membawa pulang rebung dan tongkat itu.

 

Sesampainya di rumah,Sang Ayah merundingkan benda yang didapatkannya tadi dengan keluarganya.”Mau disimpan dimana tongkat ini?Kita kan tidak punya lemari”tanya Ayah Kulup,”Kalau kita simpan di luar,nanti dicuri orang”ucap sang istri.

 

“Begini saja,bagaimana kalau kita jula saja tongkat ini ke kota?”usul Si Kulup.Ayah dan Ibunya menyetujuinya.Mereka lalu menyuruh Kulup untuk menjualnya ke kota.

 

Si Kulup lalu pergi berlayar ke kota.Disana,ia menjual tongkat itu hingga dibeli oleh seorang saudagar kaya dengan harga yang mahal.Tetapi,Si Kulup tidak mau pulang ke rumahnya,melainkan tinggal di rantauan. Menjadi orang yang kaya raya.

 

Kehidupan Kulup berubah.Ia berteman dengan para bangsawan dan saudagar kaya.Kulup kemudian mempersunting gadis yang merupakan putri dari saudagar kaya.Karena kehidupannya yang serba mewah,Kulup menjadi lupa akan kampong dan kedua orangtuanya.

 

Kulup lalu membeli sebuah kapal besar yang mewah dan mempersiapkan para awak kapal untuk dibawanya pergi berlayar.Mertuanya pun merestuinya.Setelah itu,berangkatlah Kulup bersama istrinya dan para awak kapalnya.Kulup membawa binatang-binatang untuk perbekalan seperti ayam,itik,angsa,burung dan binatang lainnya.

 

Ketika tiba di muara Sungai Cecuruk,Kulup teringat akan kampung halamannya.Kapalnya kemudian berlabuh di Sungai Cecuruk.Suasana kapal itu ramai dengan suara binatang-binatang bawaan Si Kulup.

 

Berita tentang kedatangan Si Kulup sampai ke kedua orangtuanya.Orangtuanya pun pergi ke Sungai dengan membawa makanan kesukaan Si Kulup.Kedua Orangtuanya lalu pergi menemui Si Kulup.

 

Namun,Si Kulup tidak mau mengakui orangtuanya.Ia malu kalau istrinya tahu bahwa orangtuanya adalah orang yang miskin.Ia menyuruh pengawalnya untuk mengusir Kedua Orangtua Si Kulup.Orangtuanya lalu memberikan Si Kulup makanan kesukaannya.Tetapi,Kulup membuang makanan itu dan berkata “Makanan,apa ini,aku tidak suka makanan gembel seperti ini”.

 

Orangtuanya pun pulang dengan hati remuk redam.Orangtuanya pun berdoa”Ya Tuhan,bila benar saudagar kaya itu adalah anakku,karamkanlah kapal milik saudagar itu”.Tak berapa lama,hujan turun disertai angina yang berembus kencang.Kapal milik Si Kulup dihantam ombak besar.Kapal itu pun oleng.Penumpangnya panik dan tewas.Kapal itu kemudian menjelma sebagai Pulau yang berbentuk kapal,dan pulau itu dinamakan Pulau Kapal.





Atu Belah (Batu Belah)

8 11 2010

Atu Belah merupakan sebuah batu besar yang terletak sekitar 35 km dari Takengon,Gayo.Konon,batu ini dapat menelan siapa saja yang bernyanyi dengan bahasa Gayo di dekat batu tersebut dengan cara batu itu akan terbelah dan menarik orang yang bernyanyi dengan bahasa Gayo tersebut.Masyarakat Gayo percaya dengan kisah tentang Atu Belah tersebut.Ini hanyalah sebuah legenda,tidak bisa dipastikan kebenarannya.

Dahulu di tanah Gayo,terdapat sebuah desa bernama Penarun.Di desa tersebut hiduplah keluarga petani yang sangat miskin.Mereka terdiri dari Ayah,Ibu,dan dua orang anak.Yang tertua berusia tujuh tahun,dan yang bungsu masih menyusui.

 

Sang Ayah bekerja sebagai petani,dan bila ada waktu senggang,sang ayah mencari belalang di hutan untuk dimakan.Belalang-belalang tersebut ditaruh di dalam lumbung untuk disimpan.Belalang-belalang tersbut nantinya akan diolah oleh istrinya menjadi makanan untuk keluarganya.Belalang ini sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari dan pada saat musim paceklik tiba karena sawah mereka yang hanya seluas beberapa petak saja tidak cukup untuk kehidupan mereka sehari-hari.

 

Pada suatu hari,sang ayah pergi berburu ke hutan untuk mencari belalang.Sang ayah pamit terlebih dahulu kepada sang istri.”Bu,jaga kedua anak kita di rumah!aku akan pergi mencari belalang di hutan.Doakan aku agar dapat belalang pada hari ini.Aku berangkat ya bu.”Pamit sang ayah kepada istrinya,lalu berangkat menuju hutan

 

Sang ibu menjaga kedua anaknya sembari menunggu suaminya berburu.Tetapi,hari sudah siang,sang ayah belum pulang juga.Kedua anak-anaknya sudah menangis dan merengek kelaparan.Sementara sang ibu mencari belalang yang tersedia di dapur.”Ya Tuhan,makanannya sudah habis,sedangkan anak-anakku sudah kelaparan.Aduh,bagaimana ini?”.Sang ibu kebingungan.

 

Sang ibu pun memutuskan untuk menyuruh anak tertuanya untuk mengambil  belalang di lumbung.”Anakku,ibu minta tolong untuk ambilkan belalang di lumbung untuk makanan kita.Ibu minta tolong”Suruh sang Ibu.”Baklah ibu,aku akan berangkat ke lumbung.”.Sang anak pun berangkat ke lumbung,lalu masuk kedalam lumbung.Sang anak asyik bermain-main sambil menagkap belalang yang terbang.Karena pintu lumbung belum ditutup,jadi belalang-belalang tersebut pada lepas semua.”Celaka!,aku belum menutup pintu lumbung.Belalang-belalangnya pada lepas semua.Aku akan dimarahi ibu.Aduh,bagaimana ini?”Pikir  sang anak ketakutan.

Sang anak pun pulang dengan tangan hampa.Saat sang ibu melihat sang anak tidak membawa apa-apa,sang ibu bertanya”Mengapa kamu tidak membawa belalang.Bukankah ibu menyuruh kamu untuk mengambil belalang di lumbung?Apa sebenarnya yang terjadi nak,jelaskan,apa yang terjadi!”.

 

Sang anak pun menjelaskan semuanya.”Ibu,aku saat mengambil belalang-belalang tersebut,aku lupa menutup pintu lumbung.Jadi,belalang-belalang tersebut lepas.Maafkan aku atas kecerobohanku”Jelas sang anak sambil menangis meminta maaf kepada ibunya.”Ya nak,ibu memaafkan kamu”.

 

Tak beberapa lama,sang ayah pulang.Sang ayah tidak mendapat apa-apa dan meminta makan kepada istrinya.”Bu,aku sekarang tidak dapat apa-apa bu.Siapkanlah belalang untuk kita makan.Aku sudah lapar  sehabis berburu”Rintih sang ayah.”Maaf pak,hari ini kita juga tidak bisa makan belalang,karena saat mengambil belalang di lumbung,akju lupa menutup pintunya dan belalangnya lepas semua”Jelas sang ibu sambil berbohong menutupi kesalahan anaknya.”Dasar ceroboh!kamu tidak bisa bayangkan bagaimana susahnya aku mencari belalang di hutan!”.Sang ayah marah.Tanpa sadar,sang ayah mendaratkan tangannya ke wajah istrinya.

 

Sang ibu pergi dari rumah dengan sakit hati.Ia tidak menyangka suaminya akan menamparnya.Sang ibu pergi ke hutan dengan hati yang remuk redam.Dari belakang,kedua anaknya mengikuti ibunya ke hutan.Sang ibu menemukan sebuah batu yang bernama Atu Belah.Didepan batu itu,sang ibu bernyanyi berkali-kali menggunakan bahasa Gayo.Batu itu pun terbelah dan terbuka.Sang ibu masuk ke dalam batu itu.Cuaca yang awalnya cerah,berubah menjadi gelap,petir menyambar-nyambar,angin berembus kencang,dan hujan yang lebat mengiringi Atu Belah menelan manusia.

 

Kedua anaknya berteriak memanggil ibunya.”Ibu,jangan tinggalkan kami!Ibu!”.Sang ibu sudah masuk kedalam Atu Belah,dan batu tersebut tertutup.Yang tersisa hanya tujuh helai rambut ibunya yang kemudian dijadikan anaknya sebagai jimat.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.