Mentiko Bertuah

8 11 2010

Dahulu,di Pulau Simeulue,terdapat sebuah kerajaan.Kerajaan itu bernama Kerajaan Simeulue.Kerajaan itu mempunyai seorang raja yang arif,kaya,dan bijaksana.Sayangnya,mereka belum mempunyai putra mahkota.Mereka tidak lupa selalu berdoa dan berusaha setiap hari agar sang permaisuri mengandung.

 

Setelah menunggu lama,akhirnya sang permaisuri mengandung.Usaha dan doa Raja dan Permaisuri akhirnya tidak sia-sia.Lalu,sang permaisuri melahirkan seorang bayi laki-laki.Mereka menamakan anak itu Rohib”Tidak sia-sia usaha dan doa kita.Kanda akan menamakan anak kita Rohib”.Rohib sangat disayang dan dimanjakan oleh orang tuanya.Karena itu,Rohib tumbuh menjadi anak yang baik tapi manja.

 

Suatu hari,sang Raja mengirim Rohib untuk belajar dan menuntut ilmu di kota.”Rohib,kamu akan ayah kirim ke kota untuk belajar.Sepulang dari kota,harus pintar.Karena itu,belajarlah dengan bersungguh-sungguh”.Tetapi,sifat manja Rohib terbawa ke kota dan akhirnya Rohib tak menyelesaikan sekolah.Ketika pulang Rohib memberitahukan semuanya”Ayah,sifat manjaku terbawa ke kota.Dan akhirnya,aku tidak jadi pintar.Maafkan aku ya ayah”.Sang Raja amat marah dan menghukum mati Rohib.”Dasar anak tak tahu diuntung.Karena kamu dimanjakan,akhirnya jadi begini.Kamu tidak menyelesaikan sekolah!”.Tetapi,sang permaisuri mengatakan Rohib jangan dihukum,lebih baik ia diusir dan diberi modal untuk berdagang”Janganlah Kanda,lebih baik,Rohib kita usir dan diberi modal untuk berdagang”.

 

Saat dalam perjalanan,ia melihat banyak orang yang menyiksa binatang.Rohib menasihati mereka agar tidak menyiksa binatang”Hai,berhentilah kamu untuk menyiksa binatang,kan kasihan binatang itu”.Tetapi,mereka tidak mau berhenti menyiksa binatang”Hai,memangnya kamu siapa,seenaknya saja menyuruh kita untuk tidak berhenti bermain-main dengan binatang.Kami hanya bermain,bukan menyiksanya”.Mereka terus menyiksa binatang.Akhirnya,Rohib memberi uang kepada mereka agar tidak menyiksa binatang”Ini,aku beri kamu uang agar tidak menyiksa binatang lagi mulai sekarang”.Setelah diberi uang,mereka tidak lagi menyiksa binatang.Uang itu adalah yang diberi orangtuanya sebagai modal untuk berdagang.Uang Rohib lama-lama menjadi habis karena diberi orang agar tidak menyiksa binatang.Rohib sedih dan karena perjalanan yang melelahkan,Rohib berhenti di pohon di tengah hutan untuk tidur dan meratapi nasibnya.

 

Saat Rohib bangun,alangkah terkejutnya ia saat melihat seekor ular raksasa yang menghampirinya.Rohib takut dan cepat-cepat ingin lari.Tetapi,ular itu malah bersikap ramah pada Rohib.”Hai anakku,janganlah takut.Aku tidak akan memangsamu.Aku adalah Raja Ular di hutan ini.Siapa namamu dan mengapa kamu kelihatan bersedih”tanya Ular.”Aku bernama Rohib”jawab Rohib.Lalu Rohib menceritakan apa yang terjadi.”Sungguh baik niatmu anakku,Karena kebaikanmu,aku akan memberikan benda ini”Sang ular memberikan sebuah benda dengan menjulurkan lidahnya sambil memberi suatu benda yang bentuknya sebuah permata.

 

“Benda apa itu?”tanya Rohib.”Ini adalah Mentiko Bertuah,benda yang bisa mengabulkan semua yang kamu minta”.Benda itu adalah Mentiko Bertuah.Benda itu dapat mengabulkan apa saja yang dia minta.Rohib membawa benda itu.Rohib berterima kasih pada ular tersebut.

 

Agar tidak Hilang,Rohib membawa Mentiko Bertuah ke tukang emas.Sebelum Rohib ke tukang emas,Terlebih dahulu Rohib meminta kepada Mentiko Bertuah uang yang banyak”Wahai Mentiko Bertuah,aku ingin meminta uang yang banyak”.Lalu,Mentiko Bertuah menyediakannya.Setelah itu,Rohib pergi ke Istana untuk menyerahkan uang tersebuat kepada Ayahnya”Ayahku,inilah hasil berdagang Rohib di kota Ayah,terimalah”.Ayahnya pun senang.

 

Setelah itu,ia pergi ke tukang emas dengan membawa Mentiko Bertuah.Setelah sampai,Ia meminta kepada sang tukang emasagar benda tersebut ditempa menjadi cincin.Sang Tukang Emas menerimanya.Setelah itu,sang tukang emas menipu Rohib dan membawa lari Mentiko Bertuah.

 

Rohib meminta bantuan Anjing,Kucing,dan Tikus untuk menemukan Mentiko Bertuah.Anjing mencari jejak tukang emas,dan akhirnya menemukan jejaknya.Sedangkan tikus,berusaha mencari Mentiko Bertuah,dan menemukannya dan mengambil cincin itu.

 

Sebelum dikembalikan kepada Rohib,tikus menipu anjing dan kucing  dengan mengatakan bahwa Mentiko Bertuah sudah terjatuh ke dalam sungai dan hilang.Karena itu,Anjing dan Kucing panik dan mencari Mentiko Bertuah ke dasar sungai.

 

Sang Tikus pun menyerahkan cincin itu kepada Rohib.Rohib sangat berterima kasih kepada tikus dan mengira bahwa tikuslah yang paling berjasa dalam mencari Mentiko Bertuah.”Terima kasih tikus,kamu memang yang paling berjasa mencarikan Mentiko Bertuah .Aku ucapkan sekali lagi terimakasih kepadamu tikus”.

 

Mengetahui hal itu,Kucing dan Anjing menjadi kesal.Sejak itu pula,terdapat permusuhan.Anjing memusuhi Kucing dan Tikus,Sedangkan Kucing juga memusuhi tikus.

 


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: