Sangkuriang

9 11 2010

Gunung Tangkuban Perahu merupakan sebuah Gunung Berapi yang terletak di Jawa Barat,tepatnya di sekitar 20 km disebelah utara Kota Bandung.Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik,karena bentuknya seperti perahu yang terbalik.Tingginya 2084 Meter.Bentuk Gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat.Nah,bagimanakah asal usul gunung tersebut sehingga bentuknya seperti perahu?Simak cerita berikut ini.

Dahulu di Tatar Sunda,Jawa Barat,terdapat seorang raja yang suka berburu yang bernama Prabu Sungging Perbakara.Dalam perburuannya,ia selalu ditemani anjingnya yang bernama Tumang.Suatu Hari,saat di hutan,sang raja menemukan seorang bayi perempuan.Bayi itu dibawanya pulang dan diangkat sebagai anak.Anak itu dinamakan Dayang Sumbi.

 

Dayang Sumbi tumbuh menjadi seorang putrid yang cantik dan suka menenun.Pada suatu hari,saat ia menenun,benangnya terjatuh.Tetapi,Dayang Sumbi malas sekali mengambilnya karena pada saat itu cuacanya panas dan membuat letih.Karena itu,ia berkata”Barangsiapa yang mau mengambilkan benangku yang terjatuh,apabila dia perempuan akan aku jadikan saudara,dan apabila laki-laki akan kujadikan suami”.

 

Tak lama kemudian,datang Si Tumang,anjing milik sang raja,mengambil benang itu.Ia teringat dengan janjinya.Apabila ia mengingkarinya,Dewa akan marah.Karena itu,Dayang Sumbi pun menikahi Tumang dan dikaruniai seorang anak yang kemudian dinamakan Sangkuriang.Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang suka berburu.Dalam perburuannya ia selalu ditemani anjingnya yang bernama Tumang.Ia tak pernah menyangka bahwa Tumang adalah ayahnya.Suatu hari,Sangkuriang menemukan seekor kijang.Ia menyuruh Tumang untuk menangkapnya.Namun,Tumang tak sedikitpun bergerak.Sangkuriang pun marah dan memanah si Tumang dan mengambil hatinya untuk diserahkan ke ibunya.

 

Sesampainya di istana,Sangkuriang menyerahkan hati Tumang kepada ibunya.Ibunya pun curiga bahwa itu bukanlah hati kijang.Ibunya bertanya kepada Sangkuriang dimana Tumang.Sangkuriang menceritakan semuanya.Ibunya pun marah dan tanpa sengaja ia melemparkan centong nasi yang dipegangnya kearah Sangkuriang hingga meninggalkan bekas luka.Sangkuriang yang sakit hati pergi dari istana meninggalkan ibunya.

 

Ibunya menyesal dan meminta kepada dewa agar dirinya tetap cantik agar Sangkuriang tetap ingat kepadanya.Bahkan,Dayang Sumbi menjadi lebih cantik.Dayang Sumbi kemudian mengubah namanya.Sedangkan Sangkuriang,ia tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan gagah.Ia menjadi orang yang sakti dan menguasai para jin.

 

Pada Suatu hari,Dayang Sumbi dan Sangkuriang bertemu.Tetapi,karena mereka berdua sudah tidak mengenal lagi,mereka pun saling cinta dan ingin menikah.Merekapun sepakat untuk menikah.Saat memakaikan ikat kepala Sangkuriang,alangkah kagetnya Dayang Sumbi ketika melihat bekas luka anaknya.Dayang Sumbi pun menjelaskan asal usulnya kepada Sangkuriang.

 

Tetapi,Sangkuriang yang sudah terlanjur mencintainya tak mau menerimanya.Sangkuriang pun tak mau mengerti bahwa ia merupakan anak dari orang yang dicintainya.Karena Sangkuriang telah keras kepala,akhirnya Dayang Sumbi mengajukan Syarat yaitu harus membendung Sungai Citarum dan sebuah sampan besar untuk menyebrangi sungai itu dalam semalam.Syarat itu bukanlah hal yang mudah.Sangkuriang pun menyetujuinya.

 

Malam harinya,ia menyuruh para pasukan jin untuk membendung Sungai Citarum dan sebuah sampan besar untuk menyebrangi sungai itu.Para jin lalu mengerjakan hal itu.Dayang Sumbi pun gelisah.Ia memohon kepada dewa agar fajar datang lebih cepat.

 

Dayang Sumbi lalu diberi petunjuk agar menebarkan kain putih hasil tenunannya.Dayang Sumbi pun melakukannya dan terlihat fajar menyingsing di arah Timur.Para jin yang mengira pagi telah tiba pergi ke alamnya karena takut dibakar matahari.Sangkuriang pun marah karena pekerjaannya tidak selesai.Sangkuriang lalu menendang sampan yang telah dibuat.

 

Ketika menyentuh tanah,kapal itu berubah menjadi gunung yang bentuknya kapal yang terbalik.Gunung itu dinamakan Tangkuban Perahu,yang berarti perahu yang terbalik,sedangkan bendungan yang telah dibuat dinamakan danau Bandung,sedangkan Sangkuriang mengejar Dayang Sumbi yang bersembunyi di Gunung Putri dan kemudian menghilang berubah menjadi setangkai bunga jaksi.

Pesan Moral:

Agama melarang kita untuk menikahi orangtua kita sendiri.Karena itu,kenalilah jati diri kita sendiri.

 


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: