Unok

22 11 2010

Unok merupakan sebuah cerita yang berasal dari Aceh.Bagi sebagian orang,cerita ini mengandung unsur mistis.Cerita Unok menceritakan seseorang makhluk halus atau Aulia yang bertubuh besar dan tinggi,tetapi ia juga sebagai ulama.Ia selalu bersembahyang di Mekkah dan Sholat Jum’at di tanah Gayo.Dikisahkan,ia pernah mendapatkan Wahyu dari Allah Subahanahu wa Taala,sang Tuhan maha Pencipta dan penguasa alam semesta,Bumi,dan seisinya.Wahyu apakah yang ia dapatkan dari Sang Pencipta tersebut?Ikuti kisah Unok berikut ini.

Alkisah,Unok adalah seseorang makhluk halus atau Aulia yang bertubuh besar dan tinggi.Ia juga seseorang muslim atau orang yang beragama Islam dan menjadi seseorang ulama.Bila ia ingin Sholat atau bersembahyang,ia selalu sholat di Mekkah.Sedangkan bila ia ingin menunaikan Sholat Jum’at atau Bersembahyang pada hari Jum’at,karena bagi orang Islam Hari Jum’at adalah hari Suci,Unok menunaikannya di Tanah Gayo,Aceh.Sedangkan kendaraan yang dipakainya belum dapat dipastikan.

 

Dikisahkan,Unok mendapatkan wahyu dari Tuhan yang Maha Kuasa,Sang pencipta dan penguasa langit,bumi,dan seisinya.Tuhannya mengatakan bahwa akan terjadi mala petaka di tanah Gayo yang akan diturunkan oleh Tuhan pada suatu masa,yaitu air bah yang menghancurkan harta benda dan raga manusia ini seluruhnya“Wahai Unok,ingatlah.Pada suatu saat nanti,Aku akan menurunkan sebuah malapetaka pada Tanah Gayo,yaitu air bah yang menghancurkan harta benda dan ragamu seluruhnya”.

 

Oleh karena itu,untuk menyelamatkan diri dan para penduduk Gayo,Unok mencabut pohon kayu berukuran besar yang tumbuh dipinggir Danau Laut Tawar.Unok menarik-narik pohon besar itu dengan melewati lautan yang luas sampai ke Mekkah.Kayu dari pohon besar itu akan ia buat menjadi sebuah perahu besar.Perahu itu rencananya akan digunakan untuk dinaiki para penduduk Gayo dan dirinya untuk menyelamatkan mereka semua pada saat malapetaka tersebut datang.Unok berusaha membuat perahu besar tersebut dari pohon kayu besar yang didapatkannya dari tepi Danau Laut Tawar.Konon,Danau Laut Tawar tersebut menjadi semakin luas seperti keadaannya pada dewasa ini karena bekas Pohon Kayu besar yang dicabut Unok.

 

Dikisahkan pula,Danau Laut Tawar merupakan tempat Putri Kahyangan atau Putri Tujuh sebagai tempat pemandian mereka.Pada saat Putri Bungsu turun,datanglah seorang pemuda yang bernama Malim Dewa mengintai mereka menurut cerita itu.

Pesan Moral:

Jadilah orang yang beriman kepada Tuhan yang Mahakuasa.Sebab,Keimanan yang kuat akan mendatangkan segala kebaikan.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: